Dialog Dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Daud ( Part 4 )

Published 28 Februari 2014 by Muna Zahra

MUNA ZAHRA | Runtuhnya anggapan tentang menghadirkan arwah / arwah gentayangan.

P: “Apakah Qarin (Jin pendamping manusia) dapat memperlihatkan diri dalam bentuk manusia, baik sosok maupun penampilannya?”
J: “Sebenarnya tidak. Sebab, dia adalah jin. Akan tetapi dengan mudah, dan karena sangat lama berdampingan dengan orang itu, maka jin pendamping seperti itu dapat dihadirkan oleh seseorang, untuk menampakkan diri dalam bentuk dirimu, menirukan suaramu, lalu mengaku-ngaku sebagai rohmu yang datang dari alam barzakh untuk memenuhi panggilan orang yang memanggilnya itu, dan menjawab pertanyaan-pertanyaanmu. Bahkan dia juga bisa meniru bentuk tulisanmu.

P: “Bagus, saya memang yakin bahwa menghadirkan arwah orang yang sudah mati itu bohong semata. Kelompok-kelompok spiritual yang menggeluti persoalan ini, muncul dari pemikiran-pemikiran tentang kebangkitan roh yang sudah ada sejak dulu. Untuk itu cukuplah bila disini saya bacakan firman Allah yang berbunyi, “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu adalah urusan Tuhanku,” dan hingga apabila datang kematian kepada salah seorang diantara mereka, dia berkata, “kembalikanlah aku kedunia, agar aku dapat beramal…dst” (Qur’an Al-Mukminun 99-100)

Dengan bereferensi dari beberapa kejadian mengundang arwah oleh beberapa kaum propagandis spiritualisme modern, seperti suatu saat menghadirkan arwah orang yang telah meninggal bernama Paul Hopkins, dengan melalui jasad seorang wanita, meminta beberapa permintaan seperti cerutu dan whiskey (penterjemah: persis seperti kejadian kesurupan di Indonesia yang kebanyakan meminta cerutu, karena konon aroma cerutu sangat disukai kalangan Jin)

Jin muslim sahabat saya itu memberitahukan kepada saya bahwa jin non- muslim dan setan sangat menyukai Khamr (minuman keras), semua jenis khamr tanpa terkecuali.

Kejahatan jin-jin perusak ini sudah sampai sedemikian rupa. Sehingga salah satu diantara mereka yang mengaku bernama Silver Peres dan mengaku telah melihat alam akhirat menyampaikan dengan sombongnya, “Tidak penting apakah dia beragama atau tidak, yang penting adalah apa yang dilakukannya semasa hidup. Datanglah padaku seorang yang tidak memeluk agama apapun, yang tidak pernah menyembah Tuhan, ‘minum’ secukupnya, tetapi jujur, dan selalu membantu fakir miskin, dan memberi makan hewan, dan orang yang selalu berkasih sayang. Dia jelas lebih baik daripada orang-orang yang mengaku memeluk agama tertentu…”

Sahabat Jin muslim saya berkata, “Akan kusampaikan kepadamu sesuatu yang sangat penting, semua pembicaraan yang disitu seorang jin mengatakan sebagai roh yang datang dari alam lain adalah bohong sebohongnya. Sebab kebohongan memang mengalir dalam tubuh setan dan jin jahat sebagamana oksigen mengalir dalam tubuh manusia. Kalau aku bukan jin muslim, niscaya aku tidak akan membeberkan hal ini kepadamu. Bahkan setan-setan mempunyai kemampuan luar biasa untuk menanamkan keyakinan tentang kepalsuan agama umat manusia dengan “kejujuran” mereka. Sehingga umat manusia menjadi salah persepsi bahwa tujuan hidup yang terpenting hanyalah untuk berkasih sayang saja, akhirnya kini banyak terjadi pergaulan bebas yang seolah-olah berdasarkan kasih sayang, dan beberapa pola faham lainnya yang terlihat baik, padahal justru menyesatkan.

Ringkasan penterjemah:
blog ini tidak seluruhnya mengutip terjemah dari Buku Hiwar Syahafiy Ma’a Jinni Muslim, tetapi dari percakapan selanjutnya dapat disimpulkan bahwa apapun yang selama ini menjadi mitos masyarakat yakni setan yang berbentuk kuntil anak, pocong, gundrowo atau bahkan roh orang yang sudah mati adalah tidak lain hanyalah TIPU DAYA kaum setan atau golongan jin yang jahat.
Mereka selalu mencoba menanamkan bahwa ke lubuk manusia bahwa sebenarnya alam kubur itu tidak ada. Yang ada, setelah kematian ruh dapat kembali berkeliaran di muka bumi ini, melihat sanak saudara dan “menikmati” alam dunia ini untuk kedua kalinya. Oleh sebab itu tidak jarang kita melihat orang yang kesurupan yang mengaku – ngaku roh Si A dan menempati rumah anu. Yang pada faktanya adalah jin yang menempati rumah atau tempat-tempat tertentu dan biasanya merasa terusik dengan kehadiran manusia itu diwilayahnya.

Dan mereka menggunakan cara ini agar manusia tersebut meninggalkan tempat tersebut dan pergi dengan bertekuk lutut dengan perilaku jin yang seperti itu. Padahal sepatutnya manusia tidak boleh patuh terhadap perintah-perintah dari kaum jin, dengan perintah mempersembahkan makanan-makanan atau apapun yang berbentuk persembahan (sesajen), apalagi syarat yang bertentangan dengan agama seperti meminta minuman keras dan lainnya yang tentunya akan terus menjerumuskan manusia kedunia kemusyrikan. Apapun kejadiannya, roh manusia yang sudah meninggal telah menghadap Ilahi dan mempertanggung jawabkan segala perbuatannya didunia.

Sebagian kaum jin terkadang suka menjelma ke bentuk-bentuk hewan seperti yang paling disukai adalah harimau, kucing bahkan ular. Tetapi tidak selalu penampakkan itu dapat dilihat kebanyakan manusia. Dalam kondisi-kondisi tertentu saja (dan jarang sekali) kaum jin dapat menjelma di alam manusia dalam bentuk hewan-hewan tersebut. Dan jika ada seorang paranormal yang merasa telah melihat jin dalam bentuk – bentuk menyeramkan atau dalam bentuk hewan, justru hakikinya paranormal tersebut adalah berada dibawah kendali sihir setan tersebut untuk dapat dilihat sesuai kehendaknya.

Oleh sebab itu kebanyakan agama sangat menentang membenarkan ucapan-ucapan paranormal, karena mayoritas dari mereka adalah justru dibawah kendali syetan yang seolah-olah memiliki kekuatan gaib dan luar biasa. Maka dengan jebakan “keajaiban” itulah banyak manusia kini yang sudah terjebak dalam perangkap Syetan dan menuruti apa perintah syetan melalui paranormal.

Dari hasil dialog tersebut, terdapat juga hal yang perlu diketahui khalayak manusia, yakni mengenai penyimpanan benda maupun gambar yang berbentuk makhluk hidup. Ada sebuah hadits ketika yang diriwayatkan Abu Dawud, An-Nasa’I, At-Tarmidzi, dan Ibnu Hibban ketika Nabi bersabda menceritakan tentang ketika malaikat Jibril enggan memasuki suatu rumah seseorang umat yang sedang dikunjunginya dan didepannya terdapat patung yang menyerupai bentuk sosok manusia. Hingga akhirnya Jibril memerintahkan untuk memotongnya hingga menjadi sebongkah kayu.

Dan masih banyak lagi dalil yang berkenaan dengan hal ini. Dari dalil tersebut berhubungan dengan komentar Jin tersebut yang menyatakan bahwa kaum setan sangat menyukai patung atau gambar yang menyerupai bentuk makhluk hidup baik manusia maupun binatang. Berawal tatkala Jin tersebut seperti mengusir sesuatu dari sebuah tempat pensil berkepala binatang yang terdapat dirumah penulis, hingga Jin tersebut memerintahkan penulis untuk memotong bagian atasnya.

Setan sangat menyukai patung-patung berupa makhluk hidup, seperti sebuah magnet yang dapat menarik besi. Sesuatu yang memang tidak pernah terbesit dan terjangkau oleh akal manusia. Oleh sebab itu jin tersebut menyarankan agar setiap gambar atau patung sebaiknya disimpan dan tidak perlu dipajang.

Dari point diatas kita mungkin dapat mengambil suatu korelasi mengapa sampai saat ini Nabi menyarankan agar kita tidak perlu menyimpan patung atau gambar (photo/lukisan) makhluk hidup, apa atau siapapun itu, di rumah. Apalagi di tempat-tempat ibadah. Dan hal ini konon juga pernah termaktub di Kitab Kuno Taurat (Kitab Nabi Musa – ratusan tahun sebelum Masehi) hingga saat inipun anda tidak akan melihat patung / lukisan makhluk hidup di tempat ibadah kaum Yahudi (ortodok).

Kitapun tidak jarang menyaksikan ritual penghadiran “arwah orang mati” (arwah palsu) atau “roh lainnya” yang biasanya dilakukan paranormal, menggunakan media asap aroma tertentu dan patung makhluk/boneka sebagai daya tarik untuk menghadirkan roh tersebut. Karena memang kedua media tersebut sangat disukai oleh setan. Asap yang beraroma tertentu merupakan daya tarik bagi setan sebagaimana makanan lezat bagi manusia sebagai “upah” atas kesediaan kehadiran mereka. Ironisnya setelah mereka hadir, mereka mengaku-ngaku roh si anu, penguasa anu, dll yang menyesatkan, sebagaimana setelah diterangkan diatas. Dan jika sempat menyusupi jasad manusia, maka jalan terbaik mengusirnya hanya melalui Ruqyah, metode pengusiran makhluk halus (jin setan) tanpa memenuhi persyaratan setan, sama sekali.

#Semoga kita bisa mengambil hikmah dari tulisan ini…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 692 pengikut lainnya.