Arsip untuk Juli, 2009

07
Jul
09

Indahnya Kesulitan

Saya telah mengapatkan kiriman artikel menarik dari Sdr. Agus Syafii, Inilah tulisannya !

Ada seorang teman mengirimkan email. Bertanya kepada saya, apa makna kesulitan bagi Mas Agus? Kemudian saya menjelaskan kepadanya bahwa kesulitan adalah jalan menuju kebahagiaan. Jika kita mampu menyelesaikan setiap kesulitan hidup kita maka kita bisa menemukan kebahagiaan, itulah indahnya sebuah kesulitan, begitu jawab saya kepada teman itu.

Imam Gazali dalam Ihya `Ulumuddin mengatakan bahwa setiap kali target ditingkatkan maka jalannya menjadi sulit, kendalanya banyak dan dibutuhkan waktu lebih lama, kullama zada al mathlub sho`uba masalikuhu wa katsura `aqabatuhu wa thala zamanuhu. Jadi tingkat kesulitan berhubungan dengan tingkat target. Jika orang ingin sekedar senang dalam hidup, maka ia dapat mencari kesenangan instan, pergi ke tempat hiburan, berfoya-foya dan berpesta pora. Tetapi jika seseorang ingin meraih kebahagiaan, maka ia justeru harus siap menderita menghadapi kesulitan, melupakan kesenangan jangka pendek.

Kita sebagai makhluk yang didesain oleh Allah SWT dengan sempurna, memiliki akal sebagai alat berfikir, hati sebagai alat memahami, nurani sebagai alat interospeksi, syahwat sebagai penggerak tingkah laku dan hawa nafsu sebagai tantangan. Kesemuanya itu dirancang untuk menghadapi medan kehidupan yang sulit. Dengan akal kita bisa memecahkan masalah yang sulit, dengan hati kita bisa menerima kenyataan yang pahit, dengan nurani kita bisa mundur selangkah demi memperbaiki diri, dengan syahwat membuat kita dinamis mencari dan dengan hawa nafsu kita menjadi tertantang untuk mampu mengendalkan diri.

Kita di satu sisi memang menyukai stabilitas dan kenyamanan hidup, tetapi di sisi lain kita juga menyukai kesulitan. Kita tidak selalu lari dari kesulitan, sebaliknya justeru menantang kesulitan. Jika dalam kehidupan sehari-hari hidup selalu stabil dan nyaman tanpa menjumpai kesulitan, maka dibuatlah stimulasi agar orang menaklukkan kesulitan buatan. Mahasiswa berlomba naik tebing buatan (wall climbing), pembalap mobil mencari medan berlumpur, yang berperahu mengikuti arum jeram, setiap agustusan orang ramai-ramai memanjat pohon pinang yang dilumuri olie, yang sudah punya dua kaki justeru berlomba lari dalam karung. Pokoknya banyak sekali kesulitan yang sengaja dibuat untuk ditaklukkan, mengapa? karena kita memang memiliki tabiat tertantang. Kesulitan buatan pada umumnya hanya melahirkan kesenangan, yakni senang menjadi juara, tetapi belum tentu sampai kepada kebahagiaan. Kesusahan biasanya menambahi kesulitan, tetapi tidak semua kesulitan membuat susah.

Adapun kebahagiaan biasanya merupakan buah dari ketabahan menghadapi kesulitan panjang yang bersifat alamiah dalam kehidupan. Itulah maka hakikat kebahagiaan hidup berumah tangga biasanya baru diperoleh setelah kakek nenek, yakni ketika menyaksikan anak cucu sebagai generasi penerusnya hidup sukses dan terhormat.

Kesulitan juga harus dibedakan antara analisa dan perasaan, antara kesulitan teknis dan merasa sulit. Ada hambatan yang menurut analisa teknis masuk kategori sangat sulit dan berat, tetapi ada orang yang memandangnya ringan-ringan saja. Kenapa? karena ia merasa tertantang untuk dapat menaklukkan kesulitan dan ia menyadari bahwa kesulitan itu merupakan proses mencapai kebahagiaan. Ia tidak merasa berat dan sulit ketika menghadapi kesulitan karena ia selalu membayangkan buah kebahagiaan yang akan dipetiknya, seperti seorang petani yang belepotan lumpur di sawah, ia tidak merasa risih dengan lumpur karena ia membayangkan panennya nanti. Sedangkan merasa sulit merupakan respon psikologis terhadap problem dan perasaan itu berhubungan dengan tingkat kapasitas kejiwaan yang bersangkutan.

03
Jul
09

APA UNTUNGNYA MEROKOK ?

Mukadimah

Berbagai wacana tentang benda yang sering dianggap sebagian orang sebagai
“sumber inspirasi” alias “rokok” telah digulirkan oleh banyak orang dan
kalangan. Banyak soroton yang ditujukan terhadapnya dari berbagai sisi
pandang dan disiplin ilmu, mulai dari sisi syari’at, medis, sosial, dan juga
ekonomi. Semua pakar sepakat bahwa rokok itu merugikan dan membahayakan.
Dari sisi pandang syari’at kita semua tahu betapa banyak ulama yang telah
menyatakan keharaman atau minimal kemakruhannya (hukum haramnya rokok lebih
rajih/ kuat, red). Dari kalangan medis pun telah banyak kita dengar berbagai
pernyataan tentang bahaya rokok terhadap kesehatan. Bahkan pada bungkus
rokok dan reklamenya pun terpampang peringatan tentang bahaya merokok.

Merokok sangat berbahaya dan merusak kesehatan, di antara bahaya merokok
adalah; Mengurangi nafsu makan, menyebabkan penyakit TBC, sesak nafas,
kesulitan mencerna makanan, rusaknya hati, berhentinya detak jantung,
penyakit kanker, batuk, badan lemas dan kurus, luka lambung dan masih banyak
bahaya-bahaya lainnya. Mungkin beberapa penyakit di atas belum tampak pada
masa muda karena kuatnya daya tahan tubuh yang diberikan Allah Ta’ala.
Tetapi pada masa tua, berbagai penyakit itu akan muncul, kecuali jika Allah
Ta’ala menghendaki yang lain. (Rasail at-Taubah min at-Tadkhin)

Di masyarakat mungkin kita juga pernah mendengar adanya perkelahian atau
bahkan pembunuhan yang dipicu oleh rokok. Dan tentu masih banyak lagi
peristiwa dan kasus berkaitan dengan rokok yang patut untuk kita renungi/
cermati.

Membunuh Pelan-Pelan

Tidak berlebihan jika rokok dikatakan sebagai pembunuh secara
perlahan-lahan, karena memang dalam kenyataan kita dapati amat banyak kasus
kematian seseorang karena rokok. Tentunya yang terjadi bukan seseorang
menghisap rokok lalu dia mati, namun seseorang yang mati karena menderita
penyakit akibat yang ditimbulkan mengonsumsi rokok. Mungkin ada baiknya kita
simak sebuah kisah tentang akhir memilukan seorang perokok.

Ia seorang pemuda berusia 25 tahun dan pecandu rokok selama bertahun-tahun.
Suatu ketika ia masuk ke rumah sakit karena sakit mendadak, yakni lemah
jantung. Selama berhari-hari ia dirawat di ruang gawat darurat dengan
berbagai peralatan kedokteran yang canggih. Dokter yang menangani pasien
tersebut menyarankan kepada para perawat agar pasiennya itu dijauhkan dari
rokok, karena rokok itulah penyebab utama sakitnya, bahkan dokter
memerintahkan agar setiap yang besuk diperiksa agar tidak secara
sembunyi-sembunyi memberikan rokok kepadanya. Selang beberapa lama
kesehatannya pulih lagi. Ia kembali melakukan kegiatan-kegiatanny a. Namun
satu hal, ia tidak mengindahkan nasihat dokter agar berhenti merokok.

Suatu hari, pemuda tersebut hilang, orang-orang pun sibuk mencarinya. Mereka
akhirnya menemukan pemuda tersebut tergeletak tewas di sebuah kamar mandi
dengan memegang rokok. Kita berlindung kepada Allah Ta’ala dari kesudahan
yang demikian. (Rasail at-Taubah min at-Tadkhin)

Allah Ta’ala telah berfirman, artinya, “Dan janganlah kamu membunuh dirimu
sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. an-Nisa:
29). Dalam ayat lain, “Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam
kebinasaan.” (QS. al-Baqarah: 195)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh mendatangkan
bahaya dan membalasnya dengan bahaya.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah) di
shahihkan oleh al-Albani

Angka Nan Fantastis

Pernahkah kita membayangkan bisa pergi haji? Boro-boro pergi haji, untuk
kebutuhan sehari-hari saja sulitnya bukan main, termasuk kebutuhan beli
rokok? Coba kita hitung sendiri, kalau kita berasumsi bahwa harga rokok
perbungkus Rp. 8.000, dan sehari kita menghabiskan satu bungkus, maka berapa
kita telah menabung di perusahaan rokok?

Jika seseorang dalam sehari menghabiskan rokok satu bungkus dengan harga Rp.
8.000,- maka dalam satu bulan dia menghabiskan uang Rp.240.000, atau dalam
setahun menghabiskan Rp. 2.880.000,- dan dalam waktu dua puluh lima tahun
dia menghabiskan Rp. 72.000.000,- untuk mengasapi mulut dan mengotori
paru-paru. Kalau seseorang memulai merokok pada usia 20 tahun, maka dalam
usia 45 tahun mungkin saja dia bisa pergi haji, jika uang yang selama ini
dia bakar disimpan untuk tabungan pergi haji. Tentu persoalannya bukan hanya
berhenti di sini saja, tapi lebih dari itu bagaimana kalau kita nanti
ditanya pada Hari Kiamat, “Dari mana engkau memperoleh harta dan ke mana
engkau membelanjakannya? “

Contoh lain lagi; Penduduk Indonesia berjumlah sekitar 250.000.000, – (dua
ratus lima puluh juta) orang, seandainya dari jumlah tersebut katakanlah
seperlimanya (50.000.000 orang) adalah merokok, kemudian dalam sehari mereka
membelanjakan uang Rp.1.500 (senilai uang saku anak kelas 1 SD) untuk rokok,
maka dalam sehari uang yang dibelanjakan untuk rokok adalah Rp.
75.000.000.000, – (Tujuh puluh lima milyar rupiah) atau 2.250.000.000. 000,-
(Dua triliyun dua ratus lima puluh milyar rupiah) dalam sebulan.

Maka tidaklah mengherankan kalau perusahaan perusahaan rokok mampu menjadi
sponsor untuk acara panggung musik atau acara-acara hiburan lainnya yang
spektakuler dan menelan biaya jutaan rupiah, sebab mereka telah disokong dan
diberi nafkah oleh para perokok (dan kebanyakan kaum muslimin) yang nilainya
miliaran bahkan triliyunan rupiah.

Sangat ironis memang, banyak para perokok yang mungkin mengaku dirinya
sebagai orang miskin yang butuh santunan, namun kenyataannya dia seorang
donatur yang mampu menyumbang ratusan ribu rupiah per bulan kepada
perusahaan “penyakit” yang jelas merugikan dirinya. Sebuah angka yang jarang
muncul ketika ada petugas panti asuhan atau panitia pembangunan masjid
datang megetuk pintu rumahnya, padahal belum tentu mereka mendatanginya
setahun sekali.

Orang Awam Saja Tahu

Pemda DKI telah mengeluarkan perda tentang larangan merokok di tempat-tempat
umum tertentu. Dan secara khusus menyebutkan larangan merokok di sekitar
area tempat ibadah. Para pengelola atau pengurus tempat ibadah berkewajiban
menasehati atau mengingatkan siapa saja yang melakukan pelanggaran ini.

Bukan apa-apa, orang pemerintahan kan notabene jarang melihat permasalahan
dari sisi syar’i atau dalil nash, namun lebih pada pertimbangan ketertiban,
kenyamanan dan kepatutan. Kalau semua orang, bahkan orang awam pun tahu,
bahwa merokok di area tempat ibadah itu sesuatu yang bertentangan dengan
kepatutan, melanggar ketertiban dan perilaku yang tidak pantas maka
bagaimana bisa seseorang yang kadang dinisbatkan kepada ilmu, ustadz, kiyai,
dan semisalnya ada yang tidak paham persoalan ini?

Akhir Kata

Kalau sudah jelas merokok itu tidak baik dari sudut pandang mana pun kecuali
dari sudut pandang hawa nafsu, maka hanya tinggal satu hal yang tersisa,
yakni berazam untuk bisa berhenti merokok, mulai sekarang juga!

Dan untuk mengantisipasi lahirnya generasi-generasi perokok di kalangan kaum
muslimin, khususnya para pemuda dan remaja, maka di antara langkah yang
dapat diambil, sebagai berikut:

1. Tarbiyah (pendidikan) keimanan yang sungguh-sungguh untuk setiap
individu masyarakat.
2. Adanya teladan yang baik saat di rumah, sekolah, dan lingkungan
lainnya.
3. Melarang para guru merokok di depan murid-muridnya.
4. Penerangan yang gencar dan intensif tentang bahaya merokok.
5. Mendorong penguasa (pemerintah & para ulama) untuk komitmen menutup
pabrik rokok.
6. Melarang merokok di tempat-tempat kerja, stasiun, bandara, perkantoran
dan tempat-tempat umum lainnya.
7. Menyebarkan fatwa para ulama yang menjelaskan tentang haramnya rokok.
8. Menyebarkan nasihat-nasihat dan peringatan-peringat an para dokter
tentang bahaya rokok.
9. Peringatan tentang bahaya rokok dalam ceramah-ceramah, khutbah dan
lainnya.
10. Nasihat secara pribadi kepada perokok.

Oleh: Abu Ahmad Kholif Mutaqin
Sumber: (Rasail at-Taubah min at-Tadkhin)

Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta’ala, Menyampaikan Kebenaran adalah
kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah
dengan menyampaikan Artikel ini kepada saudara-saudara kita yang belum
mengetahuinya.
Semoga Allah Ta’ala Membalas ‘Amal Ibadah Kita. Aamiin

03
Jul
09

KESURUPAN JIN DAN TERAPINYA

Dalil-dalil Yang Menetapkan Eksistensi Kesurupan Dan Masuknya Jin Ke Dalam
Tubuh Manusia.

* Allah Ta’ala berfirman, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak
dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan
lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275). Al-Imam al-Qurtubi
rahimahullah berkata, “Di dalam ayat ini terdapat dalil atas batalnya hujjah
orang yang mengingkari kesurupan (kemasukan jin), dan menganggap bahwa hal
tersebut merupakan bagian dari pembawaan lahir dan sesungguhnya setan tidak
berjalan pada diri manusia dan tidak pula masuk ke dalamnya.” (lihat: Tafsir
al-Qurtubi, 30/230)

* Dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan at-Thabrani dari hadits Ummu
Abban binti al-Wazi’ dari bapaknya, dari kakeknya bahwasanya ia pernah pergi
ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa anaknya yang
kesurupan, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Dekatkan ia
kepadaku dan hadapkan punggungnya di depanku,” maka Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam membuka pakainnya dari atas sampai bawah lalu memukul
punggungnya seraya berkata, ‘Keluarlah wahai musuh Allah !,’ kemudian ia pun
kembali melihat dengan pandangan yang benar (sembuh).”

* Dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Shafiyyah binti Huyay
radhiallahu ‘anha, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya setan mengalir di dalam tubuh anak cucu Adam melalui pembuluh
darah.”

Sebab-sebab Kesurupan (Kerasukan Jin)

Berikut ini adalah ringkasan dari sebab-sebab masuknya jin pada tubuh
manusia (lihat: wiqayatu al-Insani min al-Jinni wa asy-Syaitani, Karya:
Syaikh Wahid Abdus Salam Bali):

* Karena kecintaan jin yang sangat besar kepada manusia tersebut.

* Karena kezhaliman manusia terhadap jin, seperti menyiramkan air panas
kepadanya, menindihi jin dari tempat yang tinggi atau dengan kencing di
lubang atau selainnya.

* Karena kezhaliman jin terhadap manusia seperti merasukinya tanpa sebab,
sedangkan dia tidak rela de-ngan hal itu.

Cara Mencegah Dari Kesurupan Jin Sebelum Terjadi.

* Membiasakan untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala secara terus-menerus dan
mendekatkan diri kepadaNya dengan menjalankan ketaatan-ketaatan, karena
sesungguhnya ketika manusia semakin dekat dengan Allah Ta’ala, setan pun
akan semakin jauh dari manusia.

* Membaca bismillah ketika mengerjakan sesuatu, khususnya pada kondisi
berikut:

o a. Ketika meloncat dari tempat yang tinggi.

o b. Ketika melempar sesuatu ke tanah/ bumi seperti menyiramkan air
panas atau melempar sesuatu yang berat.

o c. Ketika melewati tempat-tempat yang dilalui oleh binatang liar
atau tempat-tempat yang gelap atau tempat-tempat sepi.

* 3. Berdzikir kepada Allah Ta’ala dengan dzikir-dzikir yang terbatas
dengan waktu, seperti dzikir pagi petang, ketika hendak makan dan yang
lainnya.

* 4. Tidak membunuh ular-ular yang berada di dalam rumah kecuali setelah
memohon dengan nama Allah Ta’ala agar dia mau keluar.

* 5. Tidak mendengarkan lagu dan musik.

* 6. Tidak melihat wanita-wanita (bukam mahram) dan seluruh yang
diharamkan Allah Ta’ala dan tidak berdua-duaan dengan mereka (khalwat)
karena wanita-wanita merupakan perangkap dan pancingan setan.

* 7. Bersungguh-sungguh dalam menjaga shalat berjama’ah.

* 8. Larangan tinggal di tempat-tempat reruntuhan bangunan, kamar mandi,
kuburan-kuburan dan tempat-tempat kosong/ sepi dan larangan untuk shalat di
kandang unta serta larangan shalat ketika terbit atau terbenamnya matahari.

* 9. Membiasakan berjama’ah dan tidak menyendiri seperti ketika bepergian
atau masuk ke padang sahara atau tanah yang lapang, maka jika terpaksa
hendaklah memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala dan memohon perlindungan
kepadaNya.

* 10. Larangan kencing di lubang atau larangan bersuci dengan menggunakan
tulang atau kotoran binatang.

* 11. Dianjurkan berwudhu sebelum tidur dan membaca dzikir sebelum tidur
serta meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala.

* 12. Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat karena hal tersebut dapat
menjauhkan seseorang dari Allah Ta’ala dan mendekatkan dirinya kepada setan.

Terapi Atau Pengobatan Terhadap Orang-orang Yang Kesurupan.

* Tahap Pertama: Tahap Terapi/ Pengobatan.

Hendaklah meletakkan tanganmu di atas kepala pasien dan membacakan
dengan tartil ayat-ayat (al-Qur’an) yang dapat mengusir setan, seperti
membaca al-Fatihah; ayat Kursi; tiga ayat terakhir dari surat al-Baqarah;
al-Mu’awidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas); al-Ikhlas; dan semua
surat-surat dan ayat-ayat yang memiliki keutamaan “dapat mengusir setan”.

* Tahap keDua: Tahap pasca terapi/ Pengobatan.

Tahapan ini adalah tahapan yang berat karena dalam tahap ini
memungkinkan jin untuk kembali lagi ke dalam tubuh pasien, oleh karena itu
wajib atasnya hal-hal berikut :

o Menjaga shalat berjamaah.

o Berdzikir kepada Allah Ta’ala dalam setiap waktu, khususnya pada
waktu-waktu tertentu (yang disunnahkan) .

o Hendaklah pasien tersebut kembali kepadamu, agar kamu membacakan
kepadanya (meruqyah) setelah beberapa saat, atau dengan memberikan air yang
dibacakan ayat-ayat yang dapat mengusir setan, kemudian sebagian dia minum
dan sebagiannya ia gunakan untuk mandi.

o 4. Membaca bismillah ketika hendak melakukan sesuatu.

o 5. Mendengar dan menyimak ayat al-Qur’an dan membacanya.

Peringatan-peringat an Bagi Penerapi

o Jin terkadang datang berteriak-teriak, memanggil-manggil,
menakut-nakuti dan mengancam, maka janganlah kamu takut kepadanya, akan
tetapi pukullah dia dan beri pelajaran kepadanya (dengan menghukumnya) , maka
niscaya dia akan menjadi tenang dengan izin Allah Ta’ala dan bacakanlah pula
kepadanya firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya tipu daya setan adalah lemah.”

o Jin terkadang mencaci maki atau menghinamu, maka janganlah kamu
marah.

o Jin terkadang berkata kepadamu, “Kamu adalah seorang lelaki yang
shalih dan aku akan keluar karena kemuliaanmu, ” maka katakan kepadanya,
“Saya adalah hamba Allah Ta’ala yang lemah dan keluarlah kamu semata-mata
karena ketaatanmu kepada Allah Ta’ala dan rasulNya shallallahu ‘alaihi
wasallam.”

o Terkadang kamu akan menemukan jin yang sangat keras kepala, maka
dalam kondisi seperti ini, ambillah setengah gelas air dan dekatkan dari
mulutmu, lalu tiupkan padanya (gelas tersebut) setelah membaca ayat-ayat
ruqyah, lalu minumkan padanya (pasien tersebut), maka jin tersebut akan
merasa ketakutan dan mematuhimu, serta akan keluar dengan izin Allah Ta’ala.
Jika dia belum keluar, maka teruslah kamu membacakannya, walaupun setelah
selang beberapa saat sampai dia keluar dengan izin Allah Ta’ala.

o Hendaklah ruqyah dibaca dengan tartil, Khusyu’ dan dengan suara
yang terdengar.

o Jin terkadang meminta syarat-syarat tertentu, maka jika dalam
syarat-syarat tersebut merupakan bentuk ketaatan pada Allah Ta’ala dan
RasulNya shallallahu ‘alaihi wasallam, maka tidak mengapa memenuhi
syarat-syarat tersebut, akan tetapi sampaikan kepadanya bahwa dia
melaksanakan perbuatan ini bukan karena ketaatan kepadanya, akan tetapi
semata-mata hanya menaati Allah Ta’ala. Dan jika jin tersebut menyuruh
kepada maksiat, maka janganlah dituruti permintaannya. Akan tetapi berilah
dia hukuman atas hal itu.

o Jika Allah Ta’ala menjauhkan/ memalingkan jin tersebut dari si
pasien, maka suruhlah dia dan orang yang bersamanya agar mereka sujud kepada
Allah Ta’ala sebagai rasa syukur kepadaNya karena telah menyelamatkan mereka
dari jin yang zhalim ini, begitu juga hendaknya kamu sujud sebagai rasa
syukur kepada Allah Ta’ala atas taufikNya kepadamu dengan menghilangkan
kezhaliman ini.

o Apabila Allah Ta’ala telah menjauhkan/ memalingkan jin melalui
perantara kedua tanganmu, maka janganlah kamu berkata, “Aku telah
mengeluarkannya (jin tersebut) atau aku telah menjauhkan/ memalingkannya” ,
akan tetapi katakanlah, “Sesungguhnya Allah Ta’ala lah yang telah
menjauhkan/ memalingkannya, atau Allah Ta’ala lah yang telah
mengeluarkannya. ” Dan waspadalah kamu dari sifat membanggakan diri (ujub),
sesungguhnya hal itu merupakan jalan /tempat-tempat masuknya setan yang
paling besar.

Oleh : Abu Nabiel
SUMBER: Ash-Shahih al-Burhan Fima Yatrudu asy-Syaithan, Ali bin Muhammad
bin Mahdi al-Qarni




BISNIS MODAL GRATIS

Hai Teman-Teman.. Ada Bisnis Menarik Nih. !! Kita Bisa Mendapatkan Rp.277 Juta Rupiah Dengan Modal 100% GRATIS Info Lengkapnya Kunjungi : http://www.komisiGRATIS.com/?id=mun4zahra

 

Juli 2009
S S R K J S M
« Mei   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Masukkan alamat E-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.