Sebenarnya tidak ada penyakit yang dianggap ringan ataupun berat. Semua tergantung sudut pandang kita terhadap diri kita sendiri.

Suatu contoh orang yang menderita penyakit kanker ataupun tumor. Namun orang tersebut selalu berpikir positif sambil terus berusaha menyembuhkan penyakitnya dengan kegigihan dan keceriaan. Pasti hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan dengan orang yang berpikir negative terhadap dirinya sendiri.

Didalam dunia medis penyakit ada beberapa yang dianggap ringan namun begitu kalau dibiarkan terus akan menjadi lebih parah.

Jadi kalau anda menderita suatu penyakit, yang pertama-tama harus anda lakukan adalah tetap berpikir positif dan yakin bahwa sakit anda akan sembuh.

Ada beberapa jenis obat-obatan yang terdapat di alam maupun obat sintetik yang jumlahnya mencapai ribuan. Obat sintetik dijual di toko obat ataupun di apotek. Menurut saya anda harus mendapatkan obat tersebut di apotek yang terpercaya. Kalau di Indonesia, apotek yang terpercaya adalah apotek Kimia Farma (bukan promosi lho…..kebetulan saya memang bekerja di sini). Apotek kimia farma memiliki jaringan di seluruh Indonesia dan merupakan apotek tertua di Indonesia dan sebuah BUMN sehingga tidak hanya mencari keuntungan bisnis saja melainkan juga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi websitenya di: www.kimiafarmaapotek.com

Anda pasti tahu begitu prospeknya bisnis obat di Indonesia sehingga memicu persaingan tidak sehat dan beredarnya obat-obatan yang ilegal. Berapa banyak kasus obat palsu yang pernah ditemukan dan memang disinyalir transaksi obat palsu ataupun illegal di Indonesia lebih besar dari yang terdaftar resmi di Badan POM. Untuk itu beli lah obat di tempat terpercaya walaupun agak lebih mahal sedikit yang penting kualitasnya terjamin.

Beberapa obat-obatan yang biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia antara lain:
1. antibiotika
2. Penurun panas dan demam
3. Obat-obat diare
4. Obat batuk dan pilek
5. multivitamin
6. Radang tenggorokan.
7. Ambien

Antiotika biasanya digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oeh infeksi bakteri. Cirinya adalah panas dan demam yang lebih dari 2 hari. Biasanya dikasih obat penurun panas bisa langsung turun namun setelah beberapa jam akan panas lagi.

Kalau anda sakit batuk atau panas badan yang menyebabkan menggigil biasanya diperlukan antibiotika.

Antibiotika apa saja yang dibutuhkan?
Di sini saya akan menjelaskan beberapa jenis antibiotika yang umum digunakan.

Amoksisilin.

Kandungan antibiotika ini sering terdapat dalam bentuk generic ataupun paten. Obat generic adaah obat yang disubsidi pemerintah. Ciri-cirinya adalah nama dan kandungan obatnya sama. Contoh nama amoksisilin kandungannya juga amoksisilin.

Sedangkan obat paten adalah obat yang diproduksi oleh pabrik obat tanpa subsidi pemerintah. Cirinya adalah nama dan kandungan obat berbeda. Contoh amoksan yang diproduksi oeh PT. Sanbe farma. Kandungan obatnya adalah amoksisilin. Jadi antara amoksan dan amoksisilin generic itu mempunyai kandungan obat yang sama.

Di apotek saya sering menjumpai banyak kasus yang menggunakan antibiotika amoksisilin ini. Untuk penyakit seperti demam, panas, pilek, batuk, sakit gigi ringan, biasanya sudah cukup memakai antibiotic ini. Berapa dosisnya?

Dosis dewasa adalah 500 mg sekali minum, sehari 3 kali. Minimal diminum selama 3 hari. Misalnya baru minum 2 hari sudah sembuh, tetap diteruskan hari berikutnya. Maksudnya apa?

Supaya pengobatannya tuntas dan tidak akan timbul resisten bakterinya terhadap antibiotika. Sehingga suatu saat kalau terjadi infeksi lagi sudah tidak mempan memakai antibiotika tersebut.

Bagaimana dengan anak-anak?
Untuk anak-anak perlu diberikan amoksisilin dalam bentuk tetes ataupun syrup. Baca aturan pakainya di brosur yang tersedia. Biasanya disesuaikan dengan berat badan dan usia anak. Kalau anda kesulitan menentukan dosis nya bisa menghubungi saya melalui email saya di : didiksugi@gmail.com insya Allah nanti langsung saya balas

Ciprofoxacin

Antibiotik ini lebih bagus kasiatnya dibanding amoksisilin. Namun saya harapkan anda menggunakannya kalau memang amoksisilin sudah tidak mempan lagi. Mengapa begitu?……Karena kalau pakai amoksisilin saja bisa, mengapa anda harus pakai ciprofloxacin ini. Selain itu jika anda memakai amoksisilin saja sudah sembuh berarti anda hanya infeksi ringan.

Beberapa kesalahan yang sering diakukan orang adalah mereka sering terlalu ingin cepat sembuh. Sehingga sakit sedikit saja sudah dikasih antibiotika yang tinggi. Ini akan berakibat suatu saat tubuh akan resisten terhadap antibiotika yang sering kita pakai. Akibatnya apa ? …..jika suatu saat anda sakit yang lebih parah lagi dari sebelumnya, maka diperlukan antiobiotika yang lebih tinggi lagi. Lama-lama sudah tidak ada antibiotika yang mampu lagi menyembuhkan infeksi yang diderita.

Saya pernah menjumpai seorang pasien yang luka di bagian tubuhnya, namun tidak sembuh dengan memakai antibiotika yang paling bagus sekalipun.. ternyata setelah di cek di laboratorium, semua antibiotika yang ada sudah resisten terhadap tubuh si pasien. Akibatnya penyakit pasien susah untuk disembuhkan.

Itulah sebabnya penggunaan antiobiotika harus hati-hati dan disesuaikan aturan pakainya. Pakailah antibiotika yang ringan dulu sebelum anda memakai yang lebih berat (generasi terbaru).

Cefadroxil

Tersedia dalam bentuk cair ataupun tabet. Contoh yang mengandung cefadroxil seperti: cefat, dan lainnya. Biasanya digunakan untuk jenis penyakit batuk yang berat, pilek berat,dan infeksi saluran nafas lainnya. Harus hati-hati pemakaian pada orang-orang yang alergi cedroxil. Karena bisa menyebabkan alergi yang berat. Sayang di Indonesia belum ada alat untuk mengetes alergi seseorang terhadap antibiotika tertentu. Jadi yang penting kita harus waspada bila terjadi alergi obat. Apa ciri-ciri seseorang yang alergi terhadap suatu obat?

Biasanya terjadi bintik-bintik merah pada kulitnya. Kalau terjadi seperti itu anda harus menghentikan pengobatannya dan konsultasikan kedokter anda. Tapi tidak perlu kawatir. Orang yang alergi terhadap antibiotika ini sangat jarang. Mungkin 1 banding 1 juta orang saja.

Cefadroxil biasanya dikombinasikan dengan obat-obat anti alergi. Untuk yang racikan bisa dibuat serbuk atau puyer. Sedangkan dewasa diminum sendiri-sendiri sesuai dosis.

Obat Anti demam atau Panas

Apabila anak anda atau atau anda sendiri menderita panas dingin badannya sebaiknya anda segera minum obat-obatan anti demam yang ada di apotek.

Misalnya : pamol, sanmol, dan beberapa penurun panas yang mengandung paracetamol. Ingat minumnya harus sesuai dosis. Kalau anak-anak ya harus memakai yang sirup. Dewasa memakai yang bentuk tablet.

Kalau sampai 2 hari tidak ada perkembangan perlu anda tambahkan minum antibiotika jenis amoksisilin atau yang lainnya. Sesuaikan dengan berat ringannya penyakit.

Jangan lupa minum air putih yang banyak dan juga tambahkan multivitamin yang cukup. Seperti : enervon C, ester C, redoxon, dan lain-lain yang tersedia di apotek.

Obat penurun panas yang lebih cepat anda bisa menggunakan Proris atau yang sejenisnya. Proris ini mempunyai kandungan ibuprofen dengan efek utama penurun panas yang lebih cepat di banding dengan paracetamol.

(diambil dari blognya pak Didik Sugiyanto.)


11 Tanggapan ke “PENGETAHUAN OBAT-OBATAN”


  1. 1 Zamroni Achmad
    21 Maret 2009 pada 10:49

    Obat kanker yang cepat saji ada nggak ya …. ?

  2. 2 shita
    28 Mei 2009 pada 03:51

    Thank you atas infonya. Saya demam tinggi 2 hari lalu, kemudian kemarin siang saya ke dokter dan diberi obat2an yaitu: CEFADROXIL 500 mg, PYREXIN Paracetamol, dan Nonflamin 50 mg. Saat saya minum obatnya kemarin, tubuh saya tidak mengeluarkan reaksi alergi apa2. Tapi pagi ini setelah saya minum obat, tubuh saya langsung alergi, gatal dan bentol sekujur tubuh.

    Yang mau saya tanyakan, apakah reaksi alergi baru muncul di saat kesekian setelah obat dikonsumsi?

    • 3 PENGUASA GUNUNG UNGARAN
      2 Juni 2009 pada 13:25

      Tergantung kondisi dan daya tahan tubuh masing-masing. Kalau ada efek samping biasanya dokter akan memberikan obat yang lain. Sebaiknya berkonsultasi pada dokter yang sama. Tq.

  3. 4 bonce
    26 Desember 2009 pada 14:00

    Selamat malam, cuma mau ikutan nimbrung tanya, saya sudah seminggu radang tenggorokan, sama dokter dikasih obat CEFAT 500 terus FG Troches sama Bcelestamine (tablet), yang terakhir saya tidak familiar, bisa dibantu menjelaskan kegunaan obat Bcelestamine ini, terima kasih sebelumnya.

  4. 5 maria
    16 Februari 2010 pada 01:53

    Met Siang.. mau tanya nech.. Kalau obat untuk Asma apa donk ?

  5. 6 Lia
    18 Maret 2010 pada 08:43

    mo tanya….saya kena amandel dan radang tenggorokan,

    biasa di dokter diberi amoxan & pamol….

    tp sudah 2 kali saya sakit radang, minum 2 obat itu, kok mulut saya bengkak…

    seperti alergi obat…?

    mohon informasi nya

  6. 7 zazar
    29 Juni 2010 pada 08:22

    Selamat siang,

    Saya sakit gigi ,kata dokternya setelah sakitnya hilang baru dicabut. Yang jadi masalah sampai saat ini saya sudah 5 kali kembali ke dokter tersebut karena rasa nyerinya gak kunjung hilang…sepertinya dokternya bingung. Beberapa jenis antibiotik sudah saya minum sesuai anjuran( nama lupa),yang ke 5 kali saya ke dokter diberi AMOXICILLIN dan METRONIDAZOLE sampai obat terakhir saya minum nyeri masih ada …ini malam saya harus kembali ke dokter gigi tersebut sesuai anjurannya . Kalau harus seperti ini saya takut efek sampingnya..mohon solusinya..

    Trimks & Salam,
    ZAZAR

  7. 4 Januari 2011 pada 15:45

    kenapa pas waktu itusaya minum obat enervon-c kulit badan saya menjadi bintik-bintik hitam?

  8. 9 ade
    24 Maret 2011 pada 05:03

    Saya mau sharing saja, mulai saat ini kalau saya minum vitamin C sperti redoxon, dll badan saya langsung berkeringat byk. Jd saya ga brani lg. Skrg saya hanya konsumsi dr buah dan sayur aj

  9. 10 Ninick Lie
    27 Juli 2011 pada 18:48

    Halo,sy tertarik kata2 yg di indonesia belum ada test untuk alergi antibiotika.
    Masalah saya: dulu waktu kecil saya sering sakit, trus perawatan gigi, sakit asma, luka kaki kena air laut bisa sampai bernanah, trus khan setiap kali ke dokter disuntik, setelah di suntik , mata saya bengkak besar, gak tahu cerita darimana, krn sudah pindah pindah dokter, and trauma disuntik, akhirnya dapat kesimpulan kalo alergi penicilin.
    Jd sampai skrg sy tidak berani minum ato suntik penicilin.
    Kira2 bagaimana ya tahunya alergi ato bukan??
    Terimakasih atas info ato masukannya. Regard, Laurent.

  10. 11 dian
    9 Januari 2012 pada 18:46

    Mau tanya dong. . Bendanya infeksi bakteri dengan infeksi virus…?


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




BISNIS MODAL GRATIS

Hai Teman-Teman.. Ada Bisnis Menarik Nih. !! Kita Bisa Mendapatkan Rp.277 Juta Rupiah Dengan Modal 100% GRATIS Info Lengkapnya Kunjungi : http://www.komisiGRATIS.com/?id=mun4zahra

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Masukkan alamat E-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.