MARAH HILANGKAN VITAMIN C

Published 22 Mei 2009 by NAILUL MUNA ZAHRA

Hindari marah dan jauhkan diri dari stress agar tubuh menjadi sehat, bugar dan awet muda. “Emosi itu dapat menghilangkan vitamin dalam tubuh, kata ahli gizi Prof Dr Ali Khomson. Marah dan stress akan mengurangi Vitamin C dalam waktu singkat, padahal kebutuhan akan vitamin C sangat diperlukan tubuh”. Hal tersebut disampaikan pada acara seminar kesehatan yang diselenggarakan oleh Persit Kartika Chandra Kirana PD II Sriwijaya di Palembang beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut diterangkan, marah merupakan suatu hal yang mudah dilakukan namun yang sulit adalah untuk mengendalikan emosi yang dikeluarkan itu agar menjadi tepat sasaran, waktu dan dengan alas an yang jelas. Marah kadang-kadang muncul tanpa disadari sehingga tidak tepat sasaran, waktu dan tanpa alasan yang jelas.

Marah itu ternyata menghilangkan Vitamin C mencapai 2500 mg atau setara dengan 5 kg jeruk, sehingga perlu dihindarkan. Begitu juga stress, dapat memacu kolesterol yag mengakibatkan kekebalan tubuh menjadi turun, sehingga kondisi tersebut perlu diantisipasi. Memang marah dan stress merupakan aksi yang tidak dapat dihindarkan. Namun porsinya perlu selalu dikendalikan dan disesuaikan dengan situasi kondisi masing-masing.

Selain menghindari kedua hal tersebut, menurut Ali, juga diperlukan gizi yang seimbang agar tubuh tetap prima dan selalu sehat dan bugar. Perbanyak mengkonsumsi vitamin C serta gizi yang seimbang supaya kondisi tubuh tetap sehat dan bugar serta nantinya bias menjadi awet muda. Makanan yang dianjurkan bagi setiap orang adalah ikan, terutama ikan laut, dengan tingkat omeganya yang lebih banyak disbanding ikan air tawar, Omega ini sangat baik untuk jantung dan bila hal tersebut dijalani maka sehat, bugar dan awet muda yang diinginkan akan tercapai dengan sendirinya. Memang sehat merupakan keinginan bagi setiap orang, tetapi untuk mendapatkan kesehatan yang diinginkan itu sangat tergantung dengan masyarakat itu sendiri terutama pola makannya, kata Prof Dr Ali Khomson, ahli gizi dari IPB Bogor.

KONSUMSI TEMPE CEGAH OBESITAS

Berbahagialah orang yang sering mengkonsumsi tempe. Mengkonsumsi tempe ternyata dapat memberikan manfaat klinis dalam upaya pencegahan atau memperlambat timbulnya penyulit atau factor-faktor resiko pada orang yang mengidap obesitas. Pemberian porsi tempe kedelai hingga 200 gram perhari yang terbagi dalam dua atau tiga kali hidangan, dapat menyumbang lebih dari 30 gram protein kedelai perhari. Dengan asumsi dapat memenuhi kecukupan isoflavon antara 1,01 – 0,04 mg hingga 2,01 – 0,003 mg per kgberat badan. Hal ini dijelaskan oleh seorang peneliti, Drs. Achmad Zamroni, yang juga seorang guru di SMP Negeri 5 Ungaran

Tempe yang dibuat dari bahan kedelai merupakan makanan sehat bergizi tinggi. Di Indonesia tempe telah lama dimanfaatkan sebagai pengganti atau penambah sumber protein hewani atau nabati dalam pola makanan sehari-hari setelah dimasak. Tempe ternyata juga bermanfaat sebagai sumber makanan rendah indeks glikemik, rendah lemak jenuh, bebas kolesterol, mudah dicerna, sumber utama mineral, efek antibiotik dan stimulasi pertumbuhan, dan bebas toksin kimia.

Pada dasarnya obesitas menggambarkan ketidakseimbangan antara asupan dan penggunaan energi dalam tubuh dalam jangka waktu lama yang disebabkan oleh berbagai faktor. Keberadaan obesitas ditengah-tengah masyarakat dewasa ini tidak lagi dianggap sebagai salah satu masalah kesehatan belaka mengingat kondisi ini telah digolongkan pada diagnosa suatu penyakit. Bahkan WHO telah menyatakan bahwa obesitas merupakan suatu penyakit kronis. Beberapa fakta yang mendukung diantaranya adalah hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2001 di Indonesia yang memperlihatkan munculnya gangguan kesehatan dalam kelompok usia 35-65 tahun berdasarkan kadar kolesterol total > 200 mg persen.

Disertai kecenderungan kenaikan pravalansi obesitas pada wanita sejalan dengan pertambahan usia (mencapai 41 % hingga 50 % pada usia diatas 55 tahun), lebih tinggi dari pada pria. Data ini memperlihatkan kenaikan prevelansi obesitas yang cukup tajam di Indonesia dibanding hasil riset sebelumnya yang juga dilaksanakan oleh Depkes RI, dimana ditemukan kelebihan berat badan 17,5 % dan obesitas 4,7 % dengan prosentase wanita tetap lebih besar dari pada pria pada kedua kelompok jenis kelamin tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: