Kebocoran Soal Masih Mungkin Terjadi

Published 25 Februari 2010 by NAILUL MUNA ZAHRA

JAKARTA – Persiapan Ujian Nasional (UN) yang akan digelar pada Maret nanti dinilai belum maksimal untuk mencegah kebocoran dan tindakan kecurangan lain.

Pengamat pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Said Hamid Hasan mengatakan, persiapan yang dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) hingga saat ini belum menyentuh akar penyebab terjadinya kebocoran.

Menurut dia, hal itu karena pengawas dari perguruan tinggi serta aparat kepolisian hanya ditempatkan untuk mengawasi saja, bukan untuk mencari titik-titik mana saja kebocoran terjadi. Termasuk menelusuri pelakunya.

“Saya pernah mendalami proses percetakan soal ujian, tapi dalam skala kecil dan itu susah sekali menutup lubang-lubang kebocoran,” ungkap Said di Jakarta.

Apalagi, menurut dia, meski berasal dari perguruan tinggi, pengawas UN masih diragukan kompetensinya. “Zaman sekarang cara mencontek canggih-canggih, yang sudah mendapat soal bisa mengirimnya melalui telepon seluler dan e-mail,” tandasnya. Karena itu, menurut dia, keberadaan pengawas belumlah cukup jika tidak ditunjang dengan pengetahuan pengawasan yang memadai.

Ditambah lagi, ujar dia, jumlah pengawas selama ini sering tidak seimbang dengan jumlah peserta ujian. Idealnya, menurut Said, dengan peserta sebanyak 20 orang, diperlukan tiga hingga empat orang pengawas dalam satu ruangan. Namun, selama ini hanya ditempatkan dua pengawas saja. Jika memang kesulitan mengumpulkan pengawas sebanyak itu, pemerintah bisa memaksimalkan fungsi guru untuk ikut mengawasi.

Selain kebocoran soal, Said mengatakan, yang perlu diwaspadai adalah kecurangan siswa saat mengikuti UN. Selama ini, ujar dia, siswa dapat dengan mudah berbuat curang, salah satunya mencontek teman karena materi soal yang diterima sama semua. ”Pemerintah seharusnya membuat soal dengan tiga versi. Soal ini harus dibagikan secara acak ke tiap siswa dalam satu kelas,” paparnya.

Penggunaan metode ini, menurut Said, akan mampu menekan angka kecurangan siswa. Perbedaan soal ini juga mampu meningkatkan konsentrasi siswa.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Rully Chairul Azwar menyatakan, DPR akan turun ke lapangan untuk melihat persiapan UN. ”Kami akan lihat secara langsung bagaimana proses percetakan soal, persiapan sekolah, dan pengawas. Bisa juga kami akan turut serta mengawasi distribusi soal,” tegasnya. (Neneng Zubaidah/Koran SI/rhs)

dari : kampus.okezone.com

mau ngintip soal UN Bahasa Inggris ? klik link di bawah ini atau copy linknya.

http://www.ziddu.com/download/8729188/SoalUANUNSMPBahasaInggris2010.zip.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: