Ternyata Musik Klasik Tidak Membuat Cerdas

Published 22 Mei 2010 by NAILUL MUNA ZAHRA

TEMPO Interaktif, Austria – Lebih dari 15 tahun para ilmuwan terkecoh
karena anggapan mendengarkan musik klasik dapat membuat seseorang
lebih pintar. Sekarang, sejumlah peneliti dari University of Vienna, Austria
yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek and Anton K. Formann menemukan bahwa
tidak ada efek apapun terhadap kemampuan kognitif apabila anda atau bayi
anda sering mendengar lagu klasik.

Riset yang diberi judul “Mozart effect” ini memang khusus meneliti dampak
musik klasik karya Mozart terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Penelitian
ini telah dipublikasikan di US Journal Intelligence.

Pada 1993, pada journal Nature, penelitian dari University of California,
Irvine yang dilakukan psikolog Frances H. Rauscher dan rekan-rekannya
menemukan bahwa setelah diperdengarkan musik Mozart 1781 sonata yang
dimainkan dengan dua piano dalam tangga nama D mayor (KV 448) terhadap
beberapa siswa, ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal
mengenai spasial (ruang).

Pada saat itu surat kabar New York Times menulis dengan mendengarkan musik
Mozart dapat menjamin anak-anak mendapatkan sekolah yang baik. Beberapa ahli
lainnya berkomentar bahwa musik Mozart adalah peluru ajaib untuk mendorong
kemampuan intelegensia anak-anak.

Publisitas yang berlebihan juga dilakukan Gubernur Georgia, Zell Miller pada
1998 yang memastikan setiap ibu yang baru melahirkan anak akan menerima satu
paket CD musik klasik. Pada tahun yang sama pemerintah Florida uga
mewajibkan setiap pusat pendidikan anak untuk melantunkan musik klasik
minimal satu jam dalam sehari.

Sebelum melakukan penelitian, Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan
semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap
tingkat intelegensi seseorang kemudian mereka membuat riset terhadap 3000
partisipator.

Berdasarkan penelitian terhadap ribuan partisipator itu, Pietschnig dan
rekan-rekannya menyimpulkan tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong
peningkatan kemampuan spasial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.

“Silahkan anda mendengarkan musik Mozart, tapi jangan berharap itu akan
mendorong kemampuan kognitif anda,” kata Pietschnig. Menurut dia, Mozart
Effect adalah sebuah legenda. Seorang psikolog dari Emory University, Scott
E. Lilienfeld juga sependapat dengan temuan Pietschnig. Dalam bukunya yang
berjudul “50 Mitos Paling Popular”, Lilienfeld menempatkan “Mozart Effect”
pada peringkat keenam.

sumber :
http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/05/11/brk,20100511-247066,id.htmly

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: